...
CANTIK. Sebuah definisi yang mampu menggambarkan tentangnya.
Pertama kali aku melihatnya, dia sedang menari bersama beberapa temannya dalam sebuah Pentas Seni. Dia terlihat canggung mugkin karena demam panggung, atau karena tidak melihat ku dari atas panggung.
Kita belum pernah bertemu sebelumnya, mungkin Pentas Seni adalah takdirnya. Aku melihatnya menari begitu buruk, tapi tak apalah karena tarian buruknya, dia jadi berbeda dengan yang lainnya.
Kemudian aku bertanya, siapakah wanita yang menari dengan buruknya, entah mengapa aku menyukainya, apakah ini yang dinamakan cinta? ya, cinta pada pandang pertama.
Aku tidak memerhatikan tariannya, hanya wajahnya yang ku perhatikan sedari tadi, membuatku ingin berdiri, lalu ikut menari.
Aku menatapnya sedari tadi, dengan harap dia menyadari, bahwa ada seseorang disini yang menatap matanya, menikmati senyumannya.
''Sejak aku menatapnya, aku mulai jatuh cinta, mungkin pandangan pertama, teramat manis senyumannya.''
Pentas Seni pun berakhir, namun tatapanku tiada akhir. Nampaknya dia belum sadar bahwa disini ada seseorang yang menunggunya dengan sabar.
Dia sepertinya terburu-buru ingin pulang, karena sudah sore. Aku mencoba menyapanya lalu menawarkan tumpangan untuknya, awalnya dia tidak menerima, tapi akhirnya kita pulang bersama. Mungkin dia menerima karena terpaksa, tapi tak apa, aku menyukainya.
Di jalan kita hanya terdiam, lalu aku memulai percakapan dengan menanyakan namanya, kita pun berkenalan, berbagi pengalaman hingga tak terasa kita sudah sampai di depan gerbang.
Dia pun turun, lalu tersenyum membuatku melamun, terimakasih ucapnya.
Kemudian aku meminta akun sosmednya, lantas dia pun memberikannya, lalu aku pun pulang dengan perasaan yang tidak karuan.
Pertama kali aku melihatnya, dia sedang menari bersama beberapa temannya dalam sebuah Pentas Seni. Dia terlihat canggung mugkin karena demam panggung, atau karena tidak melihat ku dari atas panggung.
Kita belum pernah bertemu sebelumnya, mungkin Pentas Seni adalah takdirnya. Aku melihatnya menari begitu buruk, tapi tak apalah karena tarian buruknya, dia jadi berbeda dengan yang lainnya.
Kemudian aku bertanya, siapakah wanita yang menari dengan buruknya, entah mengapa aku menyukainya, apakah ini yang dinamakan cinta? ya, cinta pada pandang pertama.
Aku tidak memerhatikan tariannya, hanya wajahnya yang ku perhatikan sedari tadi, membuatku ingin berdiri, lalu ikut menari.
Aku menatapnya sedari tadi, dengan harap dia menyadari, bahwa ada seseorang disini yang menatap matanya, menikmati senyumannya.
''Sejak aku menatapnya, aku mulai jatuh cinta, mungkin pandangan pertama, teramat manis senyumannya.''
Pentas Seni pun berakhir, namun tatapanku tiada akhir. Nampaknya dia belum sadar bahwa disini ada seseorang yang menunggunya dengan sabar.
Dia sepertinya terburu-buru ingin pulang, karena sudah sore. Aku mencoba menyapanya lalu menawarkan tumpangan untuknya, awalnya dia tidak menerima, tapi akhirnya kita pulang bersama. Mungkin dia menerima karena terpaksa, tapi tak apa, aku menyukainya.
Di jalan kita hanya terdiam, lalu aku memulai percakapan dengan menanyakan namanya, kita pun berkenalan, berbagi pengalaman hingga tak terasa kita sudah sampai di depan gerbang.
Dia pun turun, lalu tersenyum membuatku melamun, terimakasih ucapnya.
Kemudian aku meminta akun sosmednya, lantas dia pun memberikannya, lalu aku pun pulang dengan perasaan yang tidak karuan.
semangatt bosku andalangue panutanqueee lu bisa up up up!!!!!!!! hahahahaaa
BalasHapusterimakasih atas inspirasinya bosq, mantan bisa di lupakan namun jasa anda takan terlupakan. wkwkwk
Hapusbisa aja yg lebih hahahahaha
Hapusgapapa baru pertama nulis coba lagiii up up!!!!!
mohon bimbingannya ya pak wwkwkwk
HapusEtt lu ki.... Gaya apa ki wkwk
BalasHapusMantap dah tingkatkan lagi yoo....
gabut gua za wkwkwk, makasih boy
HapusOh ini...bagustt
BalasHapusmakasih, nanti baca lagi ya, ini belum selesai.
HapusWiihhhh
BalasHapusini cerita ku, mana cerita mu.. wkwkwk
HapusPerjalanan cerita ini masih jauh qi ?
BalasHapusmasih wing, tunggucerita berikutnya...
Hapuskaciwww, masih gantung nih wkwk
BalasHapussabarin bang, tunggu cerita selanjutnya ya, makasihsudah baca...
Hapus